Tampilkan postingan dengan label Trick dan Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trick dan Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, Oktober 09, 2011

Cara mudah mendapatkan uang dari Blog

nama saya gilang saya masih terdaftar sebagai mahasiswa salah satu universitas swasta di kota bandung,awalnya sih iseng bikin blog ini tetapi setelah sekian lama ternyata ada keuntungannya juga punya blog kita bisa dapet duit dari blog lumayan

Selasa, Maret 01, 2011

Senin, Februari 07, 2011

Tips Sukses Ujian

Dalam setiap ujian, entah ujian semester, mid semester ataupun UAN, pasti setiap orang ingin sukses. Termasuk kita, saya dan Anda. Tapi tidak setiap orang bersedia membayar harganya. Tidak setiap orang yang ingin sukses tersebut tahu caranya. OK well, sekarang mari kita bahas bagaimana agar kita sebagai pelajar bisa sukses dalam setiap ujian yang kita jalani.

Kuncinya adalah, setiap hal butuh persiapan. Dan berdasarkan pengalaman saya, hal inilah yang berperan sangat besar dalam kesuksesan ujian. Jadi, tipsnya untuk berhasil dalam ujian apapun adalah, bersiap-siaplah. Jadikan setiap hari sebagai persiapan. So, Anda perlu tahu kapan Anda menghadapi ujian, untuk kemudian menyusun rencana sukses Anda. Kalau bisa, ketahui tanggalnya dengan tepat. Tanyakan kepada Waka urusan Kurikulum di sekolah atau guru BK Anda. Ketepatan menentukan kemenangan.

Setelah itu, mari kita tarik dari masa depan ke masa sekarang. Dari saat ujian itu dilaksanakan hingga di saat Anda berada sekarang, Anda punya waktu berapa banyak? Catat itu. Lalu hitung dengan berapa banyak pelajaran yang Anda ingin sukses dengannya. Tempatkan hanya beberapa sebagai prioritas. Jangan menginginkan semua pelajaran mendapatkan 100. Pilih beberapa saja yang Anda benar-benar berminat (menyukainya) dan kemampuan Anda cukup baik disana. Saya lemah dalam matematika, oleh karena itu saya menargetkan pelajaran selain matematika, fisika dan kimia (ya seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Biologi, Agama, Sejarah dsb.) untuk mendapat nilai maksimal. Apa itu tidak terlalu banyak? Tidak. Kebetulan di kelas IPA, porsi pelajaran selain IPA cukup sedikit, jadi perhatian saya cukup untuk pelajaran-pelajaran itu.

Lalu untuk pelajaran matematikanya gimana? Apa saya mengabaikannya? Tidak… Tapi saya menargetkan untuk ‘cukup dapatkan nilai sedikit di atas standar’. Kebetulan standar di sekolah saya sudah cukup tinggi, rata-rata >70. Jadi mendapat nilai sedikit lebih tinggi dari itu pada pelajaran-pelajaran yang bukan core competence saya, saya rasa cukup masuk akal dan memuaskan.

Kembali ke persiapan kita tadi. Sekarang Anda sudah tahu berapa waktu yang Anda punyai untuk persiapan. Maka langkah selanjutnya adalah susunlah rencana strategis Anda untuk menang. Susunlah jadwal kegiatan selama masa itu. Dan mulailah bergerak sekarang. Tidak ada waktu untuk menunggu. Tidak perlu pusing menyusun rencana sampai sempurna, karena yang akan membuatnya sempurna adalah action kita setelahnya.

Jalani hari-hari persiapan Anda ini dengan sebaik-baiknya. Terima pelajaran di kelas dengan lebih baik, karena dengan begitu, Anda akan punya lebih banyak waktu untuk belajar di rumah (karena Anda tidak perlu mengulang pelajaran di kelas). Nikmati semua proses tadi, tidak usah merasa tertekan atau terburu-buru. Jaga fokus Anda, itu yang penting.

Bagaian terpenting sudah Anda ketahui. Masih ada bagian yang lain? Ya, tentu. Jangan lupakan Yang Di Atas. Iringi persiapan Anda dengan memohon. Jadikanlah Beliau satu-satunya tumpuan Anda. Mengeluhlah, dan berharaplah hanya kepadaNya. Karena di saat usaha kita sudah tidak mampu lagi, hanya Tuhanlah yang bisa membuat kita tetap berhasil.

Selain berdoa, juga jaga kondisi fisik dan mental Anda agar tetap segar. Tidak perlu terlalu memaksa diri. Tidak perlu belajar sampai jam 2 malam, tidur 3 jam, lalu ujian. Olahraga yang cukup. Hiburan yang cukup. Usahakan semuanya tetap seimbang, sesuai porsinya.

Sekarang Anda sudah sangat kuat. Dengan usaha-usaha dan doa Anda, Anda didukung Tuhan. Apalagi yang bisa mengalahkan Anda?

Oleh karena itu, yakinlah. Hargai usaha Anda selama berbulan-bulan itu dengan tidak mencontek, ngerepek (contek buku), atau SMS teman. Itu bukan cara-cara remaja keren mendapatkan prestasi, kawan! Kita sudah bersiap, dan kita juga sudah berdoa dengan tulus. Oleh karena itu, yakinlah. Kita punya kekuatan besar untuk mengerjakan semuanya sendiri!


Referensi

Tips Medapat Kesuksesan Dalam Berdagang

Harus Saling Rela dalam Setiap Transaksi

Semua jenis harta bisa kita perjualbelikan, asalkan syarat-syarat jual beli terpenuhi.

Syarat paling penting yang harus ada dalam sebuah transaksi adalah adanya kerelaan di antara orang-orang yang mengadakan transaksi, artinya tidak ada pihak-pihak yang dipaksa ataupun merasa terpaksa dengan transaksi yang dilakukan.

Dalil hal ini adalah firman Allah,

إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

"Kecuali jual beli yang dilakukan dengan saling rela." (QS. An-Nisa':29)

عن أبي سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ ».

Dari Abu Said Al-Khudri, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Yang namanya jual beli itu hanyalah jika didasari asas saling rela.” (HR. Ibnu Majah, no. 2269; dinilai sahih oleh Al-Albani)

أَلاَ لاَ تَظْلِمُوا أَلاَ لاَ تَظْلِمُوا أَلاَ لاَ تَظْلِمُوا إِنَّهُ لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ إِلاَّ بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

"Ingatlah, janganlah berbuat zalim. Ingatlah, janganlah berbuat zalim. Sesungguhnya, harta seorang muslim itu tidak halal untuk diambil kecuali dengan sepenuh kerelaan hatinya.” (HR. Ahmad, no. 21237; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Orang yang mengadakan transaksi jual beli, karena dipaksa atau merasa terpaksa, tentu tidak memiliki kerelaan hati sepenuhnya.

Demikian pula, sepenuh kerelaan hati tidak dijumpai pada diri orang yang memberikan sesuatu kepada kita karena malu, sungkan, dan pekewuh dengan kita. Oleh karena itu, ketika kita kebetulan lewat di depan orang yang sedang makan lalu dengan basa-basi dia memberikan tawaran kepada kita untuk makan maka janganlah kita terima tawaran orang tersebut. Alasannya, karena harta orang lain--makanan itu termasuk harta--itu halal kita komsumsi jika orang tersebut memberikannya kepada kita dengan kerelaan hati, sedangkan orang yang basa-basi bukanlah orang yang dengan sepenuh kerelaan hati memberikan hartanya kepada kita.

Kembali ke pokok masalah, tiga dalil di atas, yaitu satu ayat Alquran dan dua hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di atas adalah dalil tegas yang menunjukkan bahwa kerelaan hati untuk mengadakan transaksi adalah syarat sahnya transaksi.

Oleh karena itu, jika ada preman kampung yang memaksa kita untuk menjual salah satu barang yang kita miliki sehingga akhirnya kita menjual barang tersebut kepadanya maka transaksi jual beli yang terjadi adalah transaksi yang tidak sah karena tidak memenuhi syarat “saling rela”. Artinya, barang tersebut masih menjadi milik kita dan uang yang kita terima masih merupakan uang milik si preman.

Demikian juga, ketika ada seseorang yang menjual barang miliknya kepada guru ngajinya yang sangat dia segani karena malu dan sungkan untuk menolak permintaan sang guru yang ingin membeli barang miliknya maka transaksi jual beli yang terjadi adalah transaksi yang tidak sah karena tidak ada kerelaan hati.

Jadi, tidak disyaratkan bahwa salah satu pelaku transaksi berterus terang bahwa dia tidak rela. Adanya indikator keadaan, yang menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan merasa terpaksa atau merasa sungkan dan malu, sudah cukup bagi kita untuk tidak melakukan transaksi dengannya.

Patut diketahui, bahwa jual beli dengan orang yang dipaksa adalah sah, jika pemaksaan yang terjadi adalah pemaksaan yang bisa dibenarkan. Misalnya: Ada orang yang berutang dengan menggunakan agunan atau jaminan. Setelah utang tersebut jatuh tempo, ternyata orang tersebut belum mampu melunasi utangnya, namun dia pun tidak mau menjual barang agunan yang telah diserahkan sehingga hasil penjualan barang agunan tersebut bisa digunakan untuk melunasi utangnya yang ada. Dalam kondisi semacam ini, pemilik uang bisa melaporkan kasus yang terjadi kepada aparat yang berwenang, lalu pihak aparat memaksa orang yang berutang untuk menjual barang agunannya. Transaksi jual beli dengan orang yang terpaksa, dalam kondisi ini, hukumnya sah karena pemaksaan yang terjadi adalah pemaksaan yang bisa dibenarkan oleh hukum syariat.

Jadi, ketika pelunasan utang telah jatuh tempo dan orang yang berutang tidak bisa melunasi utangnya ketika itu, pemegang agunan--alias pihak yang mengutangi--tidak berhak untuk langsung menjual barang agunan yang dia pegang. Kewenangan untuk menjual barang agunan tetap berada pada pemilik barang--alias pihak yang berutang--.

Catatan penting tentang kerelaan hati adalah: kerelaan hati bukanlah segalanya agar sebuah transaksi itu sah. Kerelaan hati bukanlah alasan yang bisa dibenarkan untuk melegalkan berbagai transaksi yang dilarang oleh syariat. Transaksi riba adalah haram, meski nasabah riba dengan sepenuh kerelaan hati memberikan tambahan, alias memberikan riba. Sebagaimana transaksi menjual kemaluan (baca: pelacuran dan perzinaan) adalah transaksi yang haram, meski kedua belah pihak dengan penuh kerelaan hati melakukannya.


Referensi

Rabu, Desember 30, 2009

Test IQ buat Anda





Coba itung dulu.... kalo nyerah, baru liat jawaban. ini beneran lho!
Begini:

Jika sekarang ibunya 21 tahun lebih tua dari anaknya.
6 tahun kemudian, umur ibunya 5 kali lipat umur anaknya.

Pertanyaannya :

Bapaknya sekarang ada dimana ?

Sekali lagi, ini serius !
Silahkan anda berpikir dan menjawab secara ilmiah/matematis.
Kalo menyerah atau sudah menjawab, silahkan cek jawaban anda dengan
jawaban yang benar di bawah ini.

Udah ... kalo nggak cerdas, nggak usah marah...





Sekarang ibunya (M) 21 tahun lebih tua dari anaknya (A).

M = A + 21
6 tahun ke depan, umur ibunya jadi 5 kali lipat umur anak
M + 6 = (A + 6) x 5
A + 21 + 6 = (A + 6) x 5
A + 27 = 5A + 30
27-30 = 5A - A
-3 = 4A
A = -3/4

Berarti umur anaknya sekarang -3/4 tahun atau - 9 bulan.
Berarti anaknya sekarang belum lahir (lahir 9 bulan kemudian
Jawaban :





Kesimpulannya sekarang Bapaknya ada di ....... atas ibunya.